Serunya Menyimak Cara Menghias Cake Ala Chef Handi di Jakarta Eat Festival 2018
Jakarta Eat Festival (JEF) 2018 kedatangan tamu jauh, world class cake decorator Chef Handi Mulyana yang langsung terbang dari Sidney, Australia untuk membagikan ilmu dekorasi cake. Kali ini ia membawakan konsep dekorasi Gravity Defying Cake.
“Sebagai orang Indonesia yang berdomisili di Australia, bisa datang ke Jakarta dan ikut berkontribusi di acara Jakarta Eat Festival menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya,” ungkap Chef Handy di sela hari ke-3 JEF yang berlangsung, Sabtu (1/9) di Gandaria City Mall, Jakarta.
Pria yang menjadi salah satu juri acara reality show memasak Masterchef Australia ini memiliki sederet prestasi internasional. Ia meraih gelar dekorator kue terbaik National Baking Industry Australia di tahun 2011, ia juga memenangkan Wedding Industry Experts Awards 2012.
Kecanggihannya dalam menghadirkan cake dengan seni dekorasi yang unik dan berbeda membuat ia menjadi langganan banyak selebritas dunia, seperti RihannaCeline DionOprah WinfreyThe KadarshiansNicole Kidman, dan banyak lagi lainnya.
Sambil melontarkan tip-tip memanggang cake dan dekorasi, tangan Chef Handi tetap bekerja merapikan lapisan fondan cokelat yang nanti akan disusun menjadi cake berbentuk scoop es krim tiga rasa warna-warni.

Di atas tiga scoop es krim tadi, tampak menggantung gelas yang menuangkan semacam sirup ke atas es krim. Dekorasi gelas yang tampak menggantung di udara inilah yang menjad pusat perhatian dari dekorasi berkonsep gravity defying cake.

“Cukup gunakan simple syrup (sirup gula pasir) untuk memoles lapisan luar fondan agar mengilap dan tidak kering. Sementara itu, pastikan bahwa cokelat ganache tetap dimasak di suhu 50 derajat Celcius agar lebih mudah saat dibentuk,” ungkapnya lagi.
Serunya lagi, di tengah acara menghias, tiba-tiba para peserta, termasuk Chef Handi dikejutkan oleh kehadiran Sisca Soewitomo. Wanita yang kondang melalui acara memasak Aroma di stasiun TV swasta ini ikut membagikan rahasia di balik proses membuat makanan.
“Ada tiga rumusnya, yaitu mudah didapat bahannya, mudah dibuat, dan dengan penampilan yang menggoda selera. Namun, yang tak kalah penting dari itu semua adalah memasak dengan cinta. Apabila dibuat dengan hati gembiran dan dengan cinta, apapun masakannya akan lezat,” ungkapnya, disambut tepuk tangan peserta.

Sama seperti Sisca yang hingga kini masih aktif mengajar sebagai dosen perhotelan dan hali tata boga, Handi pun senang menularkan ilmu dekorasi kuenya. Menurutnya, perkembangan seni dekorasi cake di Indonesia sudah cukup pesat dan menggembirakan. Terutama, jika dibandingkan saat pertama kali ia datang dan membagikan ilmunya di Jakarta di tahun 2012.

Kegemarannya berbagi hasil kreasi melalui aku media sosial @handyscakes makin mengibarkan kariernya di dunia seni dekorasi cake. “Dari dulu, saya senang saja bisa bekerja dan berkreasi di sebuah cake shop. Namun, dengan bantuan media sosial, orang mulai mengenal saya dan keunikan gaya dekorasi saya,” ungkap Chef asal Cianjur, Jawa Barat ini.
Seusai acara demo, layaknya selebritas, ia banyak dikerubungi oleh para peserta yang antusias ingin ngobrol dan mengambil foto selfie atau wefie dengannya. “Jujur, saya tidak pernah menyangka, bahwa profesi Chef seperti saya bisa mendapatkan perlakukan dan memiliki fans seperti seorang selebritas,” ujarnya tertawa. (f)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − 7 =