Isi Piring Makan Dengan Makanan yang Mengandung Gizi Seimbang

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh lembaga penelitian Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) dari University of Washington bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI, Eijkman Oxford Institute, Universitas Indonesia dan beberapa lembaga lainnya dan telah dipublikasikan di jurnal The Lancet pada pertengahan tahun 2018, menunjukkan adanya peningkatan penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia.

Salah satu contohnya adalah kematian dan disabilitas yang timbul akibat diabetes di Indonesia pada tahun 2016, mengalami peningkatan sebanyak 38,5 persen sejak 2006.

Direktur Kesehatan Masyarakat dan PLT Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, dr. Eni Gustin, MPH mengatakan bahwa salah satu faktor utama meningkatnya angka PTM di Indonesia adalah perubahan gaya makan masyarakat yang lebih gemar mengonsumsi makanan instan dan kurangnya aktivitas fisik.

“Masyarakat kita banyak yang tidak mengonsumsi sayur dan buah sesuai dengan kebutuhan harian mereka,” kata dr Eni dalam talk show Jakarta Eat Festival di Mall Gandaria City, Jakarta, Sabtu (1/9/2018).

Eni menambahkan bahwa untuk mengatasi hal ini, maka, melalui INPRES No. 1 tahun 2017, Kementerian Kesehatan RI, mencetuskan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat).

GERMAS dapat dilakukan dengan cara melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan dan menggunakan jamban.

“Pada tahap awal, GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan yaitu, melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, mengonsumsi sayur dan buah, serta memeriksa kesehatan secara rutin,” ujar Eni.

Untuk mendukung suksesnya GERMAS, Kemenkes RI juga menciptakan formula baru yaitu ‘Isi Piringku’. Formula ini diciptakan sebagai pedoman konsumsi sehari-hari dalam memenuhi gizi seimbang untuk menggantikan slogan ‘4 sehat 5 sempurna’ yang dinilai tidak relevan lagi bagi masyarakat Indonesia.

‘Isi Piringku’ menggambarkan porsi makan yang dikonsumsi dalam satu piring yang terdiri dari 50 persen sayur dan buah, serta 50 persen persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Dr. Rita Ramayuli, DCN, M.Kes, ahli gizi mengatakan bahwa, formula ‘Isi Piringku’ sangat mudah dipahami oleh masyarakat Indonesia, sebab pembagian porsi jenis makanannya jelas.

Rita menambahkan, bahwa untuk hidup sehat, tidak cukup hanya dengan makan makanan dengan gizi seimbang saja, tapi ada hal lain yang harus dilakukan. Sebab gizi seimbang memiliki empat pilar yaitu, makan makanan beraneka ragam, mempraktikkan pola hidup sehat. berolahraga secara rutin dan teratur, serta memperhatikan berat badan ideal.

Sesi talk show ini juga diisi dengan demo masak yang dipandu oleh Chef Norman Ismail. Chef Norman memasak makanan sehat buat anak dan keluarga bagi ibu yang memiliki aktivitas yang tinggi sesuai anjuran ‘Isi Piringku’ dari Kementerian Kesehatan RI. Menu makanan yang dimasak adalah Lodeh Kakap Merah.

Chef Norman memberikan pesan bahwa sayuran dengan kuah santan, sebaiknya dimasak secukupnya saja untuk sekali makan. Sayur dengan kuah santan tidak baik untuk dikonsumsi kalau dipanaskan kembali bila tidak habis.

“Perkenalkan makanan yang beragam seperta sayur dan buah kepada anak sejak usia dini. Sehingga mereka bisa terbiasa untuk mengonsumsi makanan sehat dengan gizi yang seimbang,” ujar Rita.

Selain mendapat pelajaran baru tentang gizi seimbang dan pola hidup yang sehat, para peserta siang juga menikmati susu segar dari Hometown Dairy serta buah segar dari Halofres. Serta mendapatkan goodie bag yang berisi voucher Hometown Dairy dan Bonanza Beef. Lima orang yang beruntung dalam kompetisi IG story juga mendapatkan vacuum stainless steel jar dari Oxone. (f)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − 2 =