Dinamika Kuliner Indonesia dari Mata Chef Fernando Sindu & Chef Degan Septoadji

Membawa tema Indonesian Flavour di Jakarta Eat Festival 2018, pria dibalik restoran Umabo dan Benedict, Chef Fernando Sindu, dan mantan juri Masterchef, Chef Degan Septoadji bicara tentang dinamika kuliner tanah air.

Awalnya, pria yang akrab dipanggil Chef Nando ini memang akrab dengan karakteristik makanan barat. Namun, belakangan ia memutuskan untuk mengeksplorasi makanan Indonesia dengan cara yang menarik

“Karena lama di luar negeri dan belajar banyak western technic, dulu sempat underestimate makanan Indonesia. Tapi ternyata saya salah. Dua tahun lalu, saya ikut festival makanan di Bali, Ubud Food Festival, dan diminta untuk membuat makanan Indonesia padahal saya tidak bisa. Dari situ saya sadar, bahwa ternyata makanan Indonesia itu tidak bisa diremehkan dan betapa kaya rasanya makanan kita,” cerita Chef Nando yang menceritakan bahwa setelah pengalamannya tersebut, ia makin banyak mengeksplorasi kuliner-kuliner daerah pada beberapa restorannya.

Chef Nando, mengibaratkan kekayaan cita rasa makanan Indonesia seperti halnya kembang api. “Meledak-ledak. Asam, asin, manis, pahit, semuanya terasa pas di makanan-makanan Indonesia. Kekayaan inilah yang membuat saya tergerak untuk terus mempelajari makanan-makanan tanah air,” tambahnya.

Sementara itu, Chef Degan menceritakan pengalamannya mengenalkan makanan Indonesia di ajang internasional. Menurutnya, terkadang ia harus menyesuaikan teknik memasak makanan tersebut, agar bisa diterima oleh lidah orang asing. Namun bagi Chef Degan, apapun teknik masaknya, yang tidak boleh hilang itu cita rasanya.

“Misalnya masak ikan tuna, bagi orang barat ikan tuna enak dinikmati medium rare, beda dengan orang Indonesia yang tentu tidak suka. Tidak masalah jika teknik masaknya berbeda, tergantung siapa yang makan. Tapi cita rasanya harus tetap Indonesia dengan meracik bumbu yang tepat,” ujar Chef Degan yang menuturkan bahwa kita harus lebih pintar untuk mengenalkan makanan Indonesia kepada dunia.

Menurut Chef Degan dan Chef Nando, kuliner Indonesia memberikan warna yang indah pada kuliner dunia. Bahkan, cita rasa Indonesia, sudah banyak diterapkan pada beberapa makanan barat. Misalnya seperti pasta dan steak dengan menggunakan bumbu sambal matah atau sambal hijau. Hal ini memberikan cita rasa yang berbeda dari dua akulturasi budaya kuliner.

Salah satunya adalah seperti yang dimasak oleh Chef Degan pada sesi cooking demo di Jakarta Eat Festival 2018 pada Kamis, 30 Agustus lalu, yang membuat Rib Eye Sambal Hijau. (f)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 1 =